Sabtu, 24 Maret 2012

Penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah

. Sabtu, 24 Maret 2012

Bloger Stres. Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan akyat Daerah (DPRD) Makassar menargetkan menyelesaikan rancangan peraturan daerah (raperda) yang masih terbengkalai paling lambat April mendatang. KetuaBaleg Abd Wahab Tahir mengatakan, saat ini ada beberapa rancangan perda yang belum selesai, yakni raperda tentang penataan menara telekomunikasi, raperda tentang ruang terbuka hijau, serta raperda usulan Pemerintah Kota (Pemkot) tentang retribusi izin tertentu. ”Khusus raperda RTH memang perlu waktu, karena induknya yakni rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) belum selesai.Sedangkan raperda penataan menara telekomunikasi tinggal finalisasi,tinggal waktu pansus saja,”jelasnya kepada media, kemarin.

Politisi Partai Golkar itu menyebutkan, dari seluruh rancangan perda inisiatif DPRD, ada raperda pendidikan baca tulis Alquran yang sudah siap untuk ditetapkan dan sudah diajukan ke Badan Musyawarah (Bamus) untuk dijadwalkan dan ditetapkan melalui rapat paripurna. Untuk program legislasi 2012, Wahab Tahir menjelaskan kalau saat ini telah ada beberapa usulan anggota Dewan terkait peraturan daerah yang akan dibuat. Di antaranya rancangan perda tentang perlindungan bendabenda cagar budaya, dan ada rancangan perda tentang kawasan bebas asap rokok.

”Semuanya masih di badan legislasi, tetapi menjadi program legislasi daerah tahun ini,”terangnya. Di sisi lain, anggota Komisi B itu juga mengharapkan agar seluruh anggota Dewan yang tergabung dalam pansus pembahasan perda, dapat berkomitmen untuk menyelesaikan kewajibannya secepat mungkin, dan diharapkan tahun ini tidak ada lagi rancangan perda yang pembahasannya melompat ke tahun berikutnya. ”Komitmen itu penting, terutama untuk rancangan perda inisiatif,” katanya.

Wakil Ketua Pansus Raperda Penataan Menara Telekomunikasi Mudjiburrahman mengatakan, terkait penyelesaian rancangan perda inisiatif, memang diperlukan komitmen anggota Dewan,terutama pada pelaksanaan rapat-rapat pembahasan. Selama ini dia menemukan banyak rapat ditunda karena persoalan tidak memenuhi kuorum.

”Komitmen penyelesaian rancangan perda utamanya inisiatif sangat penting dari semua anggota Dewan yang terlibat di situ.Jangan sampai asumsi di masyarakat berkembang kalau rapat pembahasan itu sering tidak kuorum dan tidak seramai dengan semangat anggota Dewan itu pada kunjungan kerja,” kata politikus PDK Makassar itu.

0 komentar: